Press "Enter" to skip to content

Fungsi Dari Stabilizer Kamera

Perbandingan foto jarak dekat dari papan tombol dengan dan tanpa stabilisasi gambar optik (VR) – Nikon (memproduksi lensa optik stabil, 38–105 mm f/4-7.8 zoom yang dibenamkan ke kamera Nikon Zoom 700VR (AS: Zoom-Touch 105 VR) pada 1994) Image Stabilizer (IS) – Canon (memperkenalkan lensa dua aksis optik pertama (EF 75–300 mm F4-5.6 IS USM) pada tahun 1995. Pada tahun 2009, mereka memperkenalkan lensa pertama (EF 100 mm F2.8 Macro L) yang menggunakan Hybrid IS empat aksis.)

Pada tahun 2009, mereka memperkenalkan lensa pertama (EF 100 mm F2.8 Macro L) yang menggunakan empat aksis.)

– Olympus Optical SteadyShot (OSS) – Sony (untuk Cyber-shot dan beberapa α lensa E-mount) (SR) – Pentax PureView – Nokia (memproduksi ponsel dengan sensor optik stabil pertama yang dibenamkan ke dalam Lumia 920) Sebagian besar ponsel pintar berkualitas tinggi pada akhir tahun 2014 menggunakan Stabilisasi Gambar Optik untuk foto dan video.

Mengenal Fungsi Image Stabilization atau Stabilizer (IS, VR, VC, OS)

Sedangkan getaran atau gerakan yang tak disengaja itu dikenal dengan istilah “kamera shake”. akan memungkinkan fotografer untuk menggunakan shutter speed “(-) 3-4 stop” lebih lambat dari kecepatan ideal agar kamera tidak goyang. image stabilization (IS) ini tidak bisa mengatasi blur akibat gerakan subjek atau goncangan kamera yang ekstrim. Saat ini stabilizer digunakan pada kamera fotografi, video, teleskop astronomi, dan juga smartphone kelas atas.Untuk kamera kebutuhan umum fotografi seperti DSLR, Mirrorless dan Prosumer,oleh sebab itu IS ini diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Bukan hanya pada kecepatan shutter, lensa dengan focal length yang panjang (tele) juga rentan terhadap masalah kamera goyang.Dalam fotografi, lensa maupun kamera yang memiliki stabilizer atau IS ini,Tetapi ada laporan uji coba yang bahkan bisa menggunakan shutter speed lebih lambat dari itu dengan bantuan stabilizer.Mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, bahwa sebenarnya ada rumus sederhana untuk menentukan nilai shutter speed ideal pada lensa “TANPA STABILIZER / NON-IS”, untuk menghindari masalah kamera goyang, dan ini mengacu pada focal length yang digunakan pada kamera format 35mm (SLR atau full-frame).Contohnya seperti ini,Tapi jika nilai yang digunakan di bawah 1/125s, akan berpotensi terjadinya getaran atau guncangan kamera yang bisa mempengaruhi ketajaman gambar akibat blurring. Untuk mengetahui lebih dalam tentang crop-factor silahkan baca pembahasannya di sini Perlu juga diingat bahwaJadi bedakan antara getaran kamera dengan gerakan subjek yang Anda foto.

Stabilizer atau IS hanya dirancang untuk mampu mengurangi (mereduksi) blur dari getaran normal, bukan goncangan yang berlebihan. Jika lensa atau kamera yang Anda gunakan tidak memilki stabilizer, maka solusinya dengan menggunakan tripod.

Makanya fungsi IS ini dibutuhkan dan jangan heran jika lensa dengan stabilizer lebih mahal daripada lensa non-stabilizer.Untuk keperluan astrophotography, seperti memotret Bima Sakti (Milky Way), Aurora, Bulan, Bintang, dll, dibutuhkan stabilizer khusus untuk menangani pergerakan benda-benda langit saat kamera diset “” ( baca di sini apa itu long exposure). Contohnya DSLRdandapat menggunakan kemampuan “” untuk mengurangi bintang berjalan saat long exposure “jika” dilengkapi dengan aksesoriuntuk data posisi. Akibatnya, stabilisasi mengkompensasi gerakan bumi, bukan lagi kamera.Setiap produsen (kamera, lensa, smartphone) menggunakan nama yang berbeda untuk stabilizer miliknya. Misalnya Canon menggunakan nama familiar “Image Stabilizer (IS)” dan Nikon menamakan “Vibration Reduction (VR)”.

Ini hanya sedikit contoh dari sekian banyaknya materi fotografi yang kadang-kadang bikin puyeng kepala. Dan kemungkinan saya akan membahas lebih lanjut tentang stabilizer ini pada artikel yang berbeda.

Mengenal Fungsi Image Stabilization atau Stabilizer (IS, VR, VC, OS)

Sedangkan getaran atau gerakan yang tak disengaja itu dikenal dengan istilah “kamera shake”. akan memungkinkan fotografer untuk menggunakan shutter speed “(-) 3-4 stop” lebih lambat dari kecepatan ideal agar kamera tidak goyang. image stabilization (IS) ini tidak bisa mengatasi blur akibat gerakan subjek atau goncangan kamera yang ekstrim.

Saat ini stabilizer digunakan pada kamera fotografi, video, teleskop astronomi, dan juga smartphone kelas atas.Untuk kamera kebutuhan umum fotografi seperti DSLR, Mirrorless dan Prosumer,oleh sebab itu IS ini diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut. Bukan hanya pada kecepatan shutter, lensa dengan focal length yang panjang (tele) juga rentan terhadap masalah kamera goyang.Dalam fotografi, lensa maupun kamera yang memiliki stabilizer atau IS ini,Tetapi ada laporan uji coba yang bahkan bisa menggunakan shutter speed lebih lambat dari itu dengan bantuan stabilizer.Mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, bahwa sebenarnya ada rumus sederhana untuk menentukan nilai shutter speed ideal pada lensa “TANPA STABILIZER / NON-IS”, untuk menghindari masalah kamera goyang, dan ini mengacu pada focal length yang digunakan pada kamera format 35mm (SLR atau full-frame).Contohnya seperti ini,Tapi jika nilai yang digunakan di bawah 1/125s, akan berpotensi terjadinya getaran atau guncangan kamera yang bisa mempengaruhi ketajaman gambar akibat blurring. Untuk mengetahui lebih dalam tentang crop-factor silahkan baca pembahasannya di sini Perlu juga diingat bahwaJadi bedakan antara getaran kamera dengan gerakan subjek yang Anda foto.

Stabilizer atau IS hanya dirancang untuk mampu mengurangi (mereduksi) blur dari getaran normal, bukan goncangan yang berlebihan. Jika lensa atau kamera yang Anda gunakan tidak memilki stabilizer, maka solusinya dengan menggunakan tripod.

Makanya fungsi IS ini dibutuhkan dan jangan heran jika lensa dengan stabilizer lebih mahal daripada lensa non-stabilizer.Untuk keperluan astrophotography, seperti memotret Bima Sakti (Milky Way), Aurora, Bulan, Bintang, dll, dibutuhkan stabilizer khusus untuk menangani pergerakan benda-benda langit saat kamera diset “” ( baca di sini apa itu long exposure). Contohnya DSLRdandapat menggunakan kemampuan “” untuk mengurangi bintang berjalan saat long exposure “jika” dilengkapi dengan aksesoriuntuk data posisi. Akibatnya, stabilisasi mengkompensasi gerakan bumi, bukan lagi kamera.Setiap produsen (kamera, lensa, smartphone) menggunakan nama yang berbeda untuk stabilizer miliknya. Misalnya Canon menggunakan nama familiar “Image Stabilizer (IS)” dan Nikon menamakan “Vibration Reduction (VR)”.

Ini hanya sedikit contoh dari sekian banyaknya materi fotografi yang kadang-kadang bikin puyeng kepala. Dan kemungkinan saya akan membahas lebih lanjut tentang stabilizer ini pada artikel yang berbeda.

Kapan Sebaiknya Menghidupkan Stabilizer Lensa?

Contohnya, jika mengunakan lensa dengan jarak fokal 50mm, dan shutter speed yang diperoleh 1/100 detik, maka tidak perlu menghidupkan stabilizer.

Kenali Cara Kerja Fitur Stabilizer Pada Fitur Kamera Hape Kita

Saat ini fitur kamera punya fungsi yang sangat penting untuk ada di sebuah perangkat ponsel. Baca Juga: Hape Berfitur Kamera Foto Makin Mumpuni, Begini Fakta di Balik Ponsel Bekas yang Bikin Kita Terkejut! Cara kerja OIS pada sebuah kamera adalah dengan menggunakan komponen seperti pegas dan elektromagnet. Sistem ini mampu mengatur gambar secara otomatis menjadi ada di posisi yang tetap stabil.

Baca Juga: Ternyata Begini Alasannya Mengapa Pemakai Hape Android Diminta Waspada Saat Terima Kiriman Foto Format PNG Terlebih lagi sensor digital milik EIS ini mampu memprdiksi arah gerakan gambar sebelum ditangkap.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.